SELAMAT DATANG DI BLOG ERMA BERBAGI -Cerita - Foto-Foto - Humor - Karyaku - Lagu Favorite - Love Parents - Masakan - Muhasabah - Pendidikan - Sahabat - Sebuah Perjuangan - Sharing - Tips - Zzzzzz.... -

Jumat, 19 Maret 2010

Sekilas tentang Jambore Daerah X DKI Jakarta 14 – 18 Maret 2006

Alhamdulillah Gudep Pramuka Al-Jannah 10209 – 10210 ini mendapatkan kepercayaan dari Kwartir Cabang Cipayung sebagai salah satu perwakilan untuk mengikuti JAMBORDA ini. Mengingat usia gugus depan yang masih sangat muda ini, baru berdiri tanggal 15 November 2005, ini merupakan amanah yang cukup berat. Alhamdulillah akhirnya kita mampu mengirimkan 2 regu, 1 regu muslimah yaitu regu matahari dan 1 regu muslim yaitu regu elang. Untuk mempersiapkan mereka kita ada latihan khusus selama 1 minggu dari jam 13.30 – 15.30, berlatih bersama Kak Bibin. Mereka belajar yel-yel, nyanyian, tali temali, dan baris-berbaris, juga pembagian tugas dan peralatan yang harus dibawa.

Tanggal 13 Maret : Pukul 10.00 kita berangkat ke Jambore dengan menggunakan 3 mobil Al-Jannah. Keberangkatan ini untuk menyimpan barang dan mendirikan tenda. Dengan gotong royong akhirnya tenda kita sudah berdiri dan barang-barang sudah tersimpan rapi dalam tenda. Pukul 12.00 kita pulang ke sekolah dengan menggunakan mobil pick up, walaupun cuaca panas ternyata tidak mengurangi semangat kita untuk menyanyikan lagu-lagu pramuka dengan riang.

Tanggal 14 Maret : Jam 09.00 kita berangkat ke Jambore sambil membawa perbekalan yang masih kurang. Sesampainya di sana kita mulai merapikan tenda, membuat dapur dan bersiap-siap untuk memasak, Subhanallah nikmatnya makan mie rebus bareng teman-teman…... Tepat pukul 14.00 uparaca pembukaan dilakukan, Jamborda ini di buka oleh wakil Gubernur DKI Jakarta. Setelah upacara, kegiatan dimulai dan anak-anak mulai sibuk. Malam harinya ada kegiatan apresiasi pameran, apresiasi film dan petualangan malam sampai jam 22.30 lho……seru pokoknya.

Tanggal 15 Maret : Kita bangun jam 04.00 trus mulai mempersiapkan diri untuk sholat subuh berjamaah. Jam 05.30 acara bersih-bersih dan sarapan pagi, jam. 06.00 senam pagi dan jam 07.00 apel pagi….trus jam 08.00 udah mulai kegiatan lagi lho….sampai jam 12.00 ada kegiatan bermain hadang, bermain troli, wisata, refling, Arya ikut wisata ke Ancol sendirian tapi tetap berani lho….karena di pramuka kita dilatih untuk mandiri, membuat cinderamata dari kulit kerang, membuat kotak pensil juga membuat es dari lidah buaya……wah seru deh. Tiba-tiba ketika kita lagi santai……………..hujan turun dengan derasnya, Subhanallah kita langsung masukan semua barang-barang ke dalam tenda, ketika kita di dalam tenda ternyata tenda kita bocor…….Subhanallah supaya tenda tidak terlalu basah air kita tampung, Setelah hujan ternyata lokasi di sekitar tenda jadi becek….sorenya kita bereskan tenda untuk tidur malam, Subhanallah kerja keras kita, tapi semua itu tidak terasa karena kita kerjakan secara bersama-sama.....

Tanggal 16-17 Maret : kegiatan masih sama seperti biasa,Hari Jumat Sabrina mengikuti kegiatan wisata ke Ancol sendirian, Subhanallah dia berani lho…..Itulah Pramuka mesti berani dimanapun. Dengan penuh semangat teman-teman mencari tanda tangan dengan mengikuti sebanyak-banyaknya kegiatan…..untuk apa ya, cari tanda tangan…..? O…o…ternyata untuk mendapatkan Teska lho, sebagai bukti kalo mengikuti JAMDA…………….Alhamdulillah

Tanggal 18 Maret : kita semua memdapatkan Teska, dan piagam. Saat apel pag kita saling bermaaf-maafan dengan aparat pemerintahan, kakak pembina dan teman-teman, sedih rasanya….Akhirnya Jamborda telah berakhir. Banyak ilmu dan pengalaman yang dapat kita ambil dari kegiatan ini…Semoga adik-adik kita juga mendapatkan kesempatan mengikuti Jamda 4 tahun mendatang………….

UNTAIAN KATA INDAH DARI HASAN AL-BASRI


Aku tahu,
Rizkiku tak mungkin diambil orang lain
Karenanya,
Hatiku tenang…

Aku tahu,
Amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain…
Maka aku sibukkan diriku untuk beramal…

Aku tahu,
Allah selalu melihatku…
Karenanya,
Aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat

Aku tahu,
Kematian menantiku…
Maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku…

SEBUAH RENUNGAN

Dialog antara Imam Al-Qojali dengan muridnya :

1. Apakah yang paling jauh ?
2. Apakah yang paling dekat ?
3. Apakah yang paling berat ?
4. Apakah yang paling ringan ?
5. Apakah yang paling tajam ?


Yang Paling JAUH adalah MASA LALU karena dengan berjalannya waktu maka masa lalu itu akan semakin jauh kita tinggalkan.

Yang paling DEKAT adalah KEMATIAN. Setiap hembusan nafas pada hakekatnya adalah menuju/mendekati kematian.

Yang paling BERAT adalah menjalankan AMANAH. Betapa beratnya kita harus menjaga amanah dari Allah untuk dapat menjaga mata,hidung, mulut kita….dan semua yang sudah Allah pinjamkan ke kita, yang pada akhirnya harus kita pertanggungjawabkan.

Yang paling RINGAN adalah meninggalkan SHOLAT. Betapa mudahnya orang-orang meninggalkan sholat, menunda-nunda sholat tanpa sedikitpun merasa bersalah.

Yang paling TAJAM adalah LIDAH. Ibarat peribahasa Lidah lebih tajam daripada pedang, Menjaga lisan sangatlah susah…..lidah lebih tajam daripada apapun yang ada di bumi ini.

Marilah kita renungkan bersama….Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu terjaga dan melakukan segala sesuatu hanya karena ALLah….amin.
PEMBELAJARAN YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA

Untuk dapat menghantarkan generasi muda yang cerdas jasmani dan rohani diperlukan adanya suatu sekolah dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu, strategi pembelajaran dengan menggunakan multiple intelegences dapat menjawab keresahan pendidik saat ini. Selama ini masih banyak permasalahan yang terjadi baik ketidaktuntasan dalam belajar ataupun banyaknya siswa yang merasa terpaksa, tertekan untuk mengikuti pembelajaran di sekolah, dengan strategi pembelajaran yang menggunakan pembelajaran Multiple Intelegences (MI) bisa merubah wajah murung malaikat-malaikat kecil kita dalam menimba ilmu. Usia golden age (masa pra dasar sampai sekolah dasar kelas 1, 2, 3 ) merupakan masa dimana kuantitas untuk berjumpa dengan orang tua jauh lebih penting daripada kualitas, masa dimana perkembangan otak kiri dan otak kanan dapat berkembang secara optimal.

Untuk dapat menghantarkan para generasi penerus pembangunan ini menjadi seorang yang cerdas dan mampu menghadapi tantangan jaman diperlukan :
1.Generasi muda yang mampu menyelesaikan masalah (problem solving).
2.Creativity, dengan kreativitas yang mereka miliki harus dapat dikembangkan dan
dioptimalkan melalui pembelajaran dalam setiap kegiatannya.
3.Agama dan akhlak yang tangguh. (Religion and Character Building)
4.Life Skill, hal ini dapat diberlakukan dengan : pembiasaan dalam kehidupan sehari-
hari, foreign language (terutama bahasa Arab dan Indonesia), serta IT (Technology)
5.Tema-tema dalam pembelajaran dengan model tematik untuk bidang studi yang
dijarakan.
6.Profesi yang professional untuk tenaga pendidiknya. Dimana pendidik bisa
mengetahui kebutuhan siswanya dalam kelas, sehingga pendidik memiliki strategi
yang bermacam-macam untuk menghadapi keunikan siswanya.

Hal ini sangat dipengaruhi kreativitas seorang pendidik. Pendidik harus banyak belajar, mengikuti pelatihan-pelatihan, juga banyak mencari referensi. Pengetahuan pendidik harus terus bertambah.

Sekolahnya manusia yang mendasarkan pada :

1.Religion and Character Building, ditandai dengan :
- Sekolah yang mempunyai pandangan dunia dan visi islam
- Pembelajaran jiwa
- Pengembangan pemikiran
- Kreativitas
- Kemampuan menyelesaikan masalah
- Aplikasi akhlakul karimah
- Kemampuan daya manfaat

2.Agent of change
- Sekolah yang berperan sebagai agen pengubah kondisi siswanya dari kondisi
negative menjadi kondisi positif.

3.The Best Process
- Sekolah yang mengedepankan proses pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan
untuk semua kondisi.

4.The Best Teacher
- Guru sebagai fasilitator dan katalisator mengajar dengan menyesuaikan gaya
belajar siswa dan selalu memupuk rasa ingin tau siswa.

5.Active Learning
- Sekolah dengan kondisi menitikberatkan pada keaktifan siswa sehingga siswa
mempunyai target BISA APA selain TAHU APA.

6.Applied Learning
- Sekolah yang mengaitkan materi belajar dengan kenyataan sehari-hari, sehingga
siswa tidak hanya belajar konsep-konsep abstrak tetapi juga pembelajaran yang
langsung diaplikasikan. Setiap Kompetensi Dasar tarik langsung/aplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari.

7.Management Control
Sekolah yang mempunyai system control dalam proses pembelajaran mulai dari
perencanaan mengajar, konsultasi, observasi kelas dan analisa perbaikan yang
dilakukan secara continue.

8.Multiple Intelegences Research
Sekolah yang mempunyai paradigma semua siswa mempunyai kecenderungan kecerdasan
yang beragam, sehingga semua siswa adalah bintang. Semua siswa adalah juara dengan
cara yang berbeda-beda.
- Lesson Plan
- Feed Back
- Kreatifitas
- Observasi

Empat siklus pembelajaran ini akan terus berputar, perputaran ini akan melahirkan kreatifitas guru dalam membuat lesson plan dan mengajar. Karena perencanaan dan persiapan yang dilakukan oleh guru selalu mendapatkan konsultasi dan masukan dari konsultan yang mendampingi sehingga akan terus mendapatkan feed back dan evaluasi demi mendapatkan hasil yang maksimal dan tepat pada sasaran.

Proses pengajaran dengan Lesson Plan membuat :
-Guru menguasai perencanaan belajar dengan alat control lesson plan.
-Lesson plan secara otomatis merupakan SOP guru dalam mengajar
-Alur isi lesson plan adalah preparation, presentation, practice, performance.

Kualitas Lesson Plan ditentukan dari siklus control sebagai berikut :
1.Pembuatan lesson plan oleh guru.
2.Konsultasi, lesson plan yang dibuat oleh guru dikonsultasikan dengan konsultan
bidang studi.
3.Observasi, konsultan mengamati secara langsung proses belajar dalam ke atau di
lingkungan lain.
4.Feedback, guru meminta kepada konsultan untuk menjelaskan hasil observasi pada
proses belajar. Sehingga terjadi dialog untuk menyelesaikan masalah yang terjadi
dalam proses belajar. Dengan begitu pendidik dapat mengambil langkah yang tepat
dalam mengambil keputusan dalam penyelesaikan permasalahan yang ada. Selain itu
pola pikir pemahaman, serta pengetahuan pendidik juga secara otomatis akan
bertambah karena tanpa disadari saat itu pendidik juga sedang belajar.

APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Pembelajaran Matematika yang menarik dan menyenangkan.

Kelemahan dalam belajar matematika selama ini, yaitu :
- kurang berpikir kritis, prakarsa dan ketelitian
- tekanan pada hafalan, berpegang pada buku dan menerima pelajaran secara pasif
- kurang kesadaran mengenai minat dan bakat
- kurang minat membaca buku
- belajar untuk ujian, mengejar angka dan nilai di dasari atau tidak kita masih menemui situasi seperti itu di lapangan. Untuk itu sebagai seorang guru diperlukan

strategi pembelajaran untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan :

a. Melakukan pembelajaran matematika yang menarik
Pembelajaran matematika yang menarik dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran, dengan meningkatnya minat siswa terhadap pembelajaran maka akan meningkatkan pula perhatian dan konsentrasi siswa terhadap pelajaran, sehingga akan menumbuhkan kegembiraan saat pembelajaran berlangsung. Keriangan hati akan memperbesar daya kemampuan belajar siswa dan membantunya tidak mudah melupakan apa yang telah dipelajarinya. Beberapa cara untuk menarik belajar siswa antara lain :
- Brain Games
- Memberi tantangan
- Mathmagic
- Bernyanyi
- Cerdas tangkas
- Teka-teki (stimulasi matematika dengan rekreasi matematika).

Selanjutnya pembelajaran yang menarikpun akan dilakukakan, misalnya dengan :

Observasi lingkungan sekitar
Menggunakan lingkungan sekitar sebagai media belajar akan sangat menarik minat siswa terhadap materi yang diberikan, selain itu juga melatih cara berpikir siswa. Misalnya untuk menyampaikan materi pengukuran dalam matematika maka siswa kita ajak ke luar kelas atau pembelajaran out door untuk mengukur luas dan keliling kebun, mushola, lapangan parkir, lapanagan bola, dan lainnya. Selain siswa memahami tentang luas dan keliling kita juga dapat melihat bagaimana siswa dapat bersosialisasi dan bekerja dengan team, nilai kerjasama dapat kita tanamkan di sini.

 Menggunakan papan bulletin
Guru bisa menunjukkan keterangan yang menarik, cuplikan sejarah dan persoalan teka-teki sebagai sarana pengayaan tentang materi yang sudah diberikan.

Pembelajaran menggunakan alat peraga atau multimedia
Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga akan mempermudah siswa dalam memahami materi yang diberikan. Misalnya untuk penyampaian materi bangun ruang, untuk mencari rusuk, sisi, dan titik sudut guru bisa menjelaskan dengan membawa peraga dari kayu seperti balok, kubus, bola, tabung, maupun kerucut dan yang lainnya.

 Pembelajaran matematika menggunakan internet
Misalnya pembelajaran dengan menggunakan game dari internet di akhir pembelajaran bisa guru lakukan ini sehingga pembelajaran berakhir dengan menarik dan menyenangkan.

b. Melakukan pembelajaran matematika yang efektif

Pembelajaran yang menarik saja tidak cukup, karena diperlukan juga pembelajaran yang efektif. Karena kecenderungan yang ada pembelajaran yang menggunakan game atau permainan biasanya memerlukan waktu yang telatif lama, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Untuk itu diperlukan adanya perencanaan pembelajaran yang baik, teratur, disiplin dan konsentrasi serta mampu memotivasi siswa. Hal ini didukung dengan :

A. Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang baik.
RPP yang baik dapat :
- Mendorong partisipasi aktif dari peserta didik
- Mengembangkan budaya membaca dan menulis
- Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
- Keterkaitan dan keterpaduan
- Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

B. Teratur
Pokok pangkal dari cara belajar yang baik adalah keteraturan. Keteraturan ini harus benar-benar bisa dilakukan sehingga dengan sendirinya akan terbentuk suatu pola kebiasaan sehingga perbuatannya juga akan mempengaruhi pola pikir yang sistematik.

C. Disiplin
Disiplin menciptakan kemauan untuk belajar secara teratur, merupakan suatu proses pembentukan watak yang baik, yang akan memberikan hasil yang memuaskan dalam setiap pembelajaran.

D. Konsentrasi
Tanpa konsentrasi maka pembelajaran tidak akan dapat berlangsung secara efektif. Konsentrasi sesungguhnya adalah kebiasaan seseorang yang dapat di latih.

Hal ini bisa dilakukan dengan :

- Sebaiknya pada awal pertemuan buatlah kesepakatan tentang tata tertib selama
pembelajaran berlangsung. Usulan berasal dari siswa, ditanda tangani oleh seluruh
siswa dan ditempelkan di depan kelas. Misalnya tentang aturan dating tepat waktu,
ketepatan dalam pengerjaan dan pengumpulan tugas, dan lainnya.
- Mulai dengan pertanyaan yang menantang
- Kegitaan pembelajaran baik dari pembukaan, kegiatan pembelajaran dan mengakhiri
pembelajaran sesuai dengan materi yang diberikan sehingga terjadi keselarasan.
- Peraga yang digunakan bisa dibuat sendiri oleh guru dengan bahan yang murah
(barang-barang bekas) dan cepat, namun tetap menarik.

E. Motivasi

Motivasi penting bagi siswa karena bisa menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Sebagai ilustrasi contoh : Archimedes sebagai salah satu ahli matematika yang terkenal pada jaman dahulu(287-212 sebelum masehi), dimana hasil karyanya masih dihargai sebagai hasil yang cemerlang dan penting pada jamannya., dia terkenal dengan penemuan mekanika yaitu metrode Archimedes untuk memompa air, lat pengungkit dan katrol, model pergerakan bintang dengan keakuratan sehingga dapat menjelaskan terjadinya gerhana matahari dan bulan. Mesin perang yang membuat takut para tentara romawi (yang juga membuat kematiannya). Baginya semua penemuannya hanya merupakan diversifikasi dari hasil main-mainnya dengan geometri, dari tulisannya yang tertinggal dia mengatakan bahwa semua ini adalah untuk kepentingan penelitian matematika.

Pembelajaran matematika yang membuat siswa terlatih :
- Belajar matematika hendaknya diarahkan untuk memberikan bekal kepada siswa untuk
dapat memecahkan masalah dengan baik. Kita juga mengupayakan siswa dapat terlatih
dalam menggunakan konsep, menyelesaikan persoalan, dan dapat berpikir kritis,
kreatif dan regulasi diri.

- Siswa terlatih mengerjakan soal-soal.
Soal-soal diberikan kepada siswa sesuai dengan kemampuannya. Kita bisa
mengelompokkan siswa ke dalam tiga kelompok : mudah, sedang, dan sulit. Dalam
pemberian latihan soal yang mudah dalam bentuk konseptual, soal yang sedang
diarahkan ke bentuk aplikatif dan analisa sedangkan soal yang sulit diarahkan ke
bentuk problem solving dan nalaria.

Siswa terlatih berfikir kritis, kreatif dan regulasi diri.

Pola pikir kritis ditandai dengan akurat dan mencari akurasi, jelas dan minta kejelasan, tetap berpikir terbuka, menuntut jaminan dan responnya tepat. Pola pikir kreatif ditandai dengan terus mencoba dan pantang menyerah, mengerahkan segala usaha, dan menghasilkan sudut pandang baru.Pola pikir regulasi ditandai memantau proses berpikir, menyusun rencana dengan tepat, mengidentifikasi sumber-sumber yang diperlukan, merespon umpan balik dengan baik, mengkaji efektifitas tindakan.

LESSON PLAN

Tema Belajar : Bidang Studi Matematika
Kelas : V SD
Alokasi waktu : 3 x 35 menit
Kompetensi Dasar : Mengenal Bangun Ruang
Hasil Belajar : Siswa mampu mengenal dan memahami bangun ruang

Indikator Hasil Belajar :
1. Siswa mampu menyebutkan nama-nama bangun ruang dengan baik.
2. Siswa mampu membuat bangun tabung, kerucut dan bola.

AKTIVITAS :
Scene Setting :
1. Drama tentang Perlombaan membuat Topi Ajaib di Kerajaan Antah Barantah
2. Guru meminta siswa mendesain topi yang harus berbeda satu sama yang lain.
Aktivitas :
1. Tiap siswa membuat topi desain masing-masing.
2. Bentuk dasar topi boleh tabung, kerucut, atau bola.
3. Siswa menghias sebagus dan semenarik mungkin topi mereka
4. Sosio drama. Tokoh : Raja, Ratu, Pengawal, Rakyat jelata.

Teacher Aids :

1. Karton
2. Kertas kado bekas
3. Alat tulis
4. Lem
5. Gunting
6. Crayon
7. Tali/benang
8. Pita warna



Penilaian :
Kognitif : Bangun yang dibuat siswa
Afektif : Ketuntasan dalam mengerjakan tugas (sikap dan minat)
Psikomotorik : Hasil karya (topi), penampilan saat bermain peran.

Teacher Comment :
1. Bagaimana aktivitas berlangsung
2. Hal-hal yang bisa menjadi FEED BACK

DAFTAR PUSTAKA

Teacher Guide. Majalah Profesional Guru, V.02. edisi 07.08. tahun 2008
Chatib, Munif. Training Multiple Intelegences. 22-24 Desember 2008. Al-Jannah IFS.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG BERKESAN
Di susun dalam presentasi Pegawai Tetap Yayasan

I. PENDAHULUAN
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, geometri, pengukuran, analisis, dan teori peluang. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang mendasar dan kuat sejak dini.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tempat di dunia. Dengan demikian siswa perlu kemampuan memperoleh, memilih dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Kemampuan membutuhkan pemikiran yang kritis, sistematis, logis, kreatif dan kemauan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir seperti ini bisa dikembangkan melalui belajar matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsep sehingga memungkinkan siswa terampil berpikir rasional.
Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

II. PERMASALAHAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Pembelajaran matematika sering dianggap sebagai suatu kegiatan yang membosankan, kurang menarik, dan kurang terkait dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini di sebabkan karena siswa :
- kurang berpikir kritis, dan teliti
- tekanan pada hafalan, berpegang pada buku dan menerima pelajaran secara pasif (pembelajaran berpusat pada guru)
- kurang kesadaran mengenai minat dan bakat
- kurang minat membaca buku
- belajar untuk ujian, mengejar angka dan nilai
Selain itu rendahnya hasil belajar matematika dapat disebabkan oleh faktor kemampuan guru dalam menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang kurang tepat, misalnya proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru sementara siswa lebih cenderung pasif. Akibatnya siswa tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematikanya. Guru-guru sering dihantui oleh selesai atau tidaknya topik-topik yang harus diajarkan dengan waktu yang tersedia. Akibatnya guru lebih suka mengajar dengan cara tradisional dengan hanya menggunakan metode ceramah serta meninggalkan cara pemecahan masalah. Disadari atau tidak kita masih menemukan situasi seperti itu di lapangan untuk itu sebagai seorang guru diperlukan strategi pembelajaran yang tepat.

III. PEMECAHAN MASALAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu kiranya dicari solusi terbaik untuk siswa maupun guru, yaitu :


A. SISWA
Untuk mengatasi permasalahan yang berasal dalam diri siswa yaitu dengan meningkatkan motivasi belajarnya. Untuk mengatasi motivasi belajar matematika siswa yang masih rendah maka bisa dirangsang dengan metode pembelajaran yang tepat juga strategi pembelajaran yang menarik melalui pemakaian media interaktif sehingga pembelajaran yang berkesan dapat tercipta. Memotivasi siswa bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan siswa untuk melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita sebagai pendidik harus tahu bahwa siswa melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Kita mengenal ada tiga jenis atau tingkatan motivasi, yaitu:
(1) Motivasi pertama adalah motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Siswa melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya siswa takut nilainya jelek dan akan dimarahi oleh orang tua dan guru, atau siswa takut tidak lulus ujian.
(2) Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Misalnya siswa mau rajin belajar matematika karena ingin meraih prestasi tertentu (menang lomba olimpiade matematika tingkat kecamatan, kabupaten atau propinsi).
(3) Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya belajar berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama teman atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Siswa yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya belajar bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (hadiah, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai cita-citanya.
Tugas pendidik dan orang tualah untuk dapat memupuk motivasi belajar siswa baik di rumah maupun di sekolah. Ketika siswa sudah mempunyai motivasi belajar yang tinggi maka akan sangat mudah bagi guru untuk mengarahkan dan memberikan materi, sehingga tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai.
B. GURU/PENDIDIK
Untuk dapat menyampaikan materi dengan menyenangkan guru membutuhkan metode mengajar yang tepat. Metode mengajar adalah cara mengajar atau cara menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk setiap pelajaran atau bidang studi. Metode mengajar itu bisa diterapkan untuk setiap pelajaran. Karena itu guru akan dapat memahaminya tanpa suatu keahlian khusus. Tujuan dari penyajian bermacam – macam metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran matematika ialah agar kita, guru, memiliki pengetahuan yang luas tentang metode – metode dan memiliki ketrampilan untuk menerapkannya, khususnya dalam pengajaran matematika. Mengetahui keunggulan dan kelemahan dari tiap – tiap metode sangat penting agar kita dapat menerapkan metode itu dengan tepat, sehingga tujuan instruksional kita dapat dicapai secara optimal. Metode pembelajaran yang bisa digunakan yaitu : ceramah, ekspositori, latihan hafal (drill), latihan praktek (practice), tanya -jawab, demonstrasi, diskusi panel, “fish bowl”, seminar dan lain – lain), kegiatan lapangan, laboratorium, permainan, karyawisata, penemuan, inkuiri, pemecahan masalah, pemberian tugas, dan metode proyek. Saat ini metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode drill dan metode ceramah, kolaburasi kedua metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6.
Pembelajaran matematika yang menarik dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran, dengan meningkatnya minat siswa terhadap pembelajaran maka akan meningkatkan pula perhatian dan konsentrasi siswa terhadap pelajaran, sehingga akan menumbuhkan kegembiraan saat pembelajaran berlangsung. Keriangan hati akan memperbesar daya kemampuan belajar siswa dan membantunya tidak mudah melupakan apa yang telah dipelajarinya. Guru harus bisa melaksanakan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Marilah kita bahas apa itu PAIKEM ?
1. Aktif
Guru harus bisa menciptakan suasana yang dapat merangsang siswa untuk dapat menyampaikan pendapat, gagasan, dan aktif untuk bertanya. Untuk itu guru harus menambah ilmunya dan terus belajar supaya pengetahuannya bertambah luas (hal ini bisa melalui pelatihan-pelatihan/ trainning, membaca buku dan lainnya). Belajar merupakan proses aktif dari si pembelajar (siswa) dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif untuk menerima kucuran ceramah dari guru tentang pengetahuan. Jika dalam pembelajaran siswa pasif maka ini akan bertentangan dengan hakekat pembelajaran. Pembelajaran tidak akan berhasil dan tidak berkesan.
2. Inovatif
Guru harus bisa menemukan cara baru yang sesuai dengan kebutuhan siswa, misalnya yang sekarang sedang dilakukan di kelas 6 SD Al-Jannah yaitu metode drill (latihan) dianggap metode yang tepat untuk diberlakukan di kelas VI saat ini mengingat sebentar lagi mereka harus mengikuti ujian tes UASBN yang merupakan ujian akhir penentu keberhasilan belajar mereka selama 6 tahun di jenjang sekolah dasar. W Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Teori ini sesuai dengan teori Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930, dimana Gestalt menegaskan bahwa latihan hafal atau yang sering disebut drill adalah sangat penting dalam pengajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada siswa. Karena ketika siswa sudah memahami tentang materi matematika maka latihan menghafal sangat diperlukan dengan semakin banyak siswa berlatih mengerjakan latihan soal diharapkan nilai mereka akan meningkat. Kelebihan dan kelemahan dari metode drill (latihan), yaitu :
Kelebihan :
a. Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
b. Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan.
Kelemahan :
a. Siswa cenderung belajar secara mekanis.
b. Dapat menyebabkan kebosanan.
c. Mematikan kreasi siswa.
d. Menimbulkan verbalisme (tahu kata-kata tetapi tak tahu arti).
Dalam hal ini untuk mengeliminir kelemahan metode drill ini diatasi dengan pemberian latihan menggunakan media yang menarik, seperti media power point dengan modifikasi tampilan gambar bergerak juga pemberian soal yang bervariasi dan menantang, sehingga diharapkan siswa tidak bosan karena penyampaian latihan dengan cara yang menarik akan merangsang motivasi belajar siswa. Saat ini yang sedang diupayakan di kelas 6 SD Al-Jannah yaitu pembelajaran matematika dengan menggunakan in fokus, serta sistem latihan mengerjakan soal atau metode drill (latihan) yang dikemas dengan menggunakan program power point.
3. Kreatif
Dengan pembelajaran yang mengikut sertakan siswa secara aktif dalam pembelajaran maka akan terbentuk generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk dirinya dan orang lain. Kreatif di sini dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Guru dapat membuat suatu media pembelajaran yang menarik bagi siswa dengan menggunakan bahan yang ada di sekitarnya dan memamnfaatkan alam sebagai sumber belajar. Pembelajaran matematika yang menarik dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran, dengan meningkatnya minat siswa terhadap pembelajaran maka akan meningkatkan pula perhatian dan konsentrasi siswa dalam belajar, sehingga akan menumbuhkan kegembiraan saat pembelajaran berlangsung. Keriangan hati akan memperbesar daya kemampuan belajar siswa dan membantunya tidak mudah melupakan apa yang telah dipelajarinya.

4. Efektif
Permasalahan yang ada di lapangan terkadang pembelajaran dengan games atau permainan menyita waktu yang banyak, sehingga waktu untuk bermain lebih banyak daripada waktu untuk belajar akibatnya pembelajaran tidak efektif. Guru sangat berperan di sini dan harus bisa mengarahkan pembelajaran supaya dapat berlangsung secara efektif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain-main.

5. Menyenangkan
Menyenangkan merupakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa dapat mencurahkan perhatiannya secara penuh pada saat pembelajaran berlangsung. Pembelajaran matematika yang menarik dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran, dengan meningkatnya minat siswa terhadap pembelajaran maka akan meningkat pula perhatian dan konsentrasi siswa dalam belajar, sehingga akan menumbuhkan kegembiraan saat pembelajaran berlangsung. Keriangan hati akan memperbesar daya kemampuan belajar siswa dan membantunya tidak mudah melupakan apa yang telah dipelajarinya, karenanya melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan dalam pembelajaran dengan menekankan pada belajar melalui berbuat sehingga tidak mudah dilupakan dan akan selalu berkesan. Siswa dapat bermain sambil belajar. Siswa akan lebih mudah menyerap materi bila disampaikan dalam situasi yang santai. Beberapa cara untuk menarik perhatian siswa dapat dilakukan dengan menggunakan media :

- Brain Games
- Memberi tantangan
- Mathmagic
- Bernyanyi
- Cerdas tangkas
- Teka-teki
- Permainan kartu domino
- Permainan ular tangga
- Dan games yang menarik lainnya


Cara untuk menarik minat siswa, yaitu dengan :
1. Melibatkan siswa dalam setiap kegiatan dalam pembelajaran dengan mempraktekkan langsung, contohnya : mengajak siswa untuk mengukur luas kelas, keliling kelas, atau berbelanja ke pasar untuk belajar berhitung tentang penjumlahan atau pengurangan, sedangkan untuk kelas 6 bisa mulai diajak ke supermarket yang memberikan diskon kepada pelanggan sehingga siswa bisa belajar tentang hitungan dalam prosen, dan yang lainnya.
2. Guru mengatur kelas yang menarik dan memajang buku-buku literatur maupun bahan ajar, sehingga siswa jadi tertarik untuk membaca.
3. Guru mengajar secara kooperatif dan aktif merangsang pengetahuan siswa, sehingga siswa dapat bereksplorasi dan menyampaikan gagasan-gagasannya. Guru bisa memancing keaktifan siswa dengan menggunakan media yang menarik .
4. Guru mendorong siswa untuk dapat menemukan sendiri cara memecahkan masalah. Guru membebaskan siswa untuk menjelaskan gagasannya sesuai dengan pemahamannya.

IV. PENUTUP

Dalam pembelajaran matematika yang harus diperhatikan adalah bahwa seorang pendidik haruslah menyukai dan menguasai materi matematika terlebih dahulu, karena mustahil guru dapat mengajarkan matematika yang berkesan bagi siswa jika gurunya sendiri tidak menyukai pelajaran matematika. Perlu dipilih strategi pembelajaran yang tepat supaya pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu menciptakan generasi yang cerdas dan bertaqwa. PAIKEM merupakan pembelajaran yang tepat untuk pelajaran matematika, asalkan dapat dijalankan secara terus menerus dan konsisten. Pembelajaran akan lebih bermakna bila pembelajaran itu berkesan bagi siswa dan tidak terlupakan karena mereka berperan aktif dalam pembelajaran. Semoga pembelajaran matematika di Al-Jannah dapat berlangsung dengan mengesankan di hati siswa sehingga terlahir siswa-siswa unggulan dan berprestasi, amin.
Demikianlah makalah ini saya buat semoga bermanfaat, mohon maaf atas segala kekurangan.

V. DAFTAR PUSTAKA

Anonym, 2008. http://id.wikipedia.org/wiki/TEORI_MOTIVASI
M.Pd, Akhmad Sudrajat, 2008. February 6. Psikologi Pendidikan Teori Motivasi.Jakarta.
http:// www.google.com/
Margaret E. Bell Gredler, 1991. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta : Rajawali Pers.

Teacher Guide.2008. Majalah Profesional Guru, V.02. edisi 07.08.

Peraturan Menteri No.22 tahun 2006.